Roadshow LPPM Unesa 2017

Roadshow LPPM 2017 dilaksanakan pada tanggal 23-30 Januari 2017 di 7 Fakultas. Roadshow  dipimpin oleh Ketua LPPM, Prof. Dr. Lies Amin Lestari, M.A., M.Pd. dan Sekretaris LPPM, Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc. Materi Roadshow meliputi pengenalan pusat-pusat yang ada di LPPM dan kegiatannya. Materi disampaikan oleh ketua dan sekretaris Pusat Riset Penguatan Inovasi (RPI), Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Penerapan Iptek (PKM-PI), dan Pusat Hak Karya Intelektual, Paten, dan Publikasi Ilmiah (HKIP-PI), dan Pusat Inkubasi Kewirausahaan dan Job Centre (IWJC).

 

roadshow lppm

Prof. Lies Amin Lestari Memimpin Roadshow LPPM 2017 di FIP Unesa pada hari Kamis, 26 Januari 2017

 

Dalam pemaparannya, Ketua Pusat RPI, Prof. Dr. Tukiran, M.Si., menjelaskan bahwa LPPM Unesa tergolong dalam klaster Utama pada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kemenristekdikti. Dengan demikian berdasarkan Panduan Pelaksanaan PPM Edisi X tahun 2016, dosen Unesa diizinkan mengajukan proposal untuk semua skim penelitian yang ditawarkan DRPM, kecuali skim Penelitian Dosen Pemula dan Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi (PEKERTI). Tahun ini, dari 15 skim penelitian yang ditawarkan, 104 proposal yang tersebar di 12 skim yang diajukan dosen-dosen Unesa disetujui untuk didanai DRPM.

Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa kini terbuka kesempatan bagi para dosen untuk mengajukan proposal Riset Inovatif Produktif (Rispro) kepada LPDP Kemenkeu 2017. Program ini mengharuskan para dosen memiliki jaringan penelitian dengan perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta. Hal ini karena bantuan dana RISPRO bersifat multidisiplin dan dilaksanakan dalam tahun jamak (multiyears) yang ditujukan untuk mendorong inovasi produk riset dan mengarah pada komersialisasi/implementasi luaran riset. Saat ini Unesa telah bergabung dalam Eastern Part of Indonesia for University Network (EPI-Unet), yang merupakan kerja sama PTN-PTS se wilayah Indonesia Timur.

Dalam sosialisasi kegiatan PKM-PI, Dr. A Grummy Wailanduw, MT. dan Dr. Nur Kholis, memaparkan bahwa pada tahun 2017, sebanyak 29 proposal PKM yang diajukan dosen Unesa didanai DRPM. Itu artinya, secara kuantitas jumlah proposal yang didanai semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan PKM yang dilakukan dosen Unesa, LPPM akan menyelenggarakan workshop penyusunan proposal penelitian dan PKM dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten. Dari workshop ini diharapkan akan muncul proposal untuk skim penelitian dan PKM yang lebih bervariasi karena dari data yang ada, proposal penelitian dosen Unesa pada umumnya baru muncul pada skim-skim tertentu.

Adapun program PKM-PI adalah pembuatan katalog hasil PKM Dosen Unesa pada  tahun 2014, 2015, dan 2016. Katalog tersebut nantinya akan ditawarkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi/Kota/Kabupaten. Jika kerjasama dengan Kepala Daerah berhasil, maka dosen akan dapat melaksanakan program pemberdayaan tersebut.

Dr. Andre dari Pusat HKIP-PI menyampaikan bahwa pusat ini bertugas mengelola  jurnal, publikasi dan paten. HKI, Paten dan publikasi adalah muara dari penelitian dan riset. Paten merupakan pemecahan dari produk teknologi yang berfungsi memberikan perlindungan pada karya individu ataupun institusi tertentu. Produk penelitian yang berupa lagu, buku, sofware atau tarian juga dapat didaftarkan hak ciptanya. Semua biaya pendaftaran dan pemeriksaan paten dan hak cipta akan ditanggung oleh Unesa. Pada tahun 2016, Pusat HKIP-PI berhasil mendaftarkan 62 paten, 5 yang sudah granted  dan 22 hak cipta.

Pusat HKIP-PI juga mengelola jurnal. Saat ini, Pusat ini sedang dalam proses membangun Journal Open Sistem (OJS). Pada tahun 2017, LPPM Unesa akan ada manuscript clinic bagi para peneliti yang berminat menerbitkan artikel hasil penelitiannya ke jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.

Dr. Rindawati, M.Si., ketua Pusat IWJC, menyampaikan bahwa IWJC bertugas mengelola bidang kewirausahaan dan karier atau  job center. Pusat IWJC akan bekerjasama dengan dosen kewirausahaan untuk melaksanakan program program kewirausahaan. Saat ini, Pusat IWJC sudah mengunggah proposal CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) untuk dosen yang sudah punya prototipe produk. Hingga saat ini sudah ada 22 orang yang telah memeiliki paten dan mereka inilah yang mengirimkan proposal CPPBT ke Kemenristekdikti.

Selain itu, Pusat IWJC akan mengadakan IWJCFair secara berkala. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan membuat surat lamaran kerja dan CV kepada mahasiswa Unesa yang akan lulus. Selain itu, dalam kesempatan itu IWJC akan menginformasikan lapangan kerja yang tersedia kepada alumni dan calon alumni. Oleh karena itu, Pusat IWJC membutuh data-base kompetensi, baik softskill maupun potensi akademik, lulusan dari setiap jurusan.

About The Author

Related posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *