Empowering Social and Protection Policies on Violence and Exploitation Againts Migrant Workers

Selasa, 22 Oktober 2019 di ruang auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum diselenggarakan Guest Lecture oleh Prodi Ilmu Komunikasi dengan tema “Empowering Social and Protection Policies on Violence and Exploitation Againts Migrant Workers”. Kepala PSGA Unesa Dr. Mutimmatul Faidah menjadi Nara sumber bersama Mashitah Hamidi, Ph. D (Malaysia). Seminar dihadiri 250 peserta. Pada kesempatan tersebut Kepala PSGA menjelaskan bahwa pada tahun 2019 terdapat 3.9 JT PMI (Pekerja Migran Indonesia) dengan penempatan terbesar di Malaysia. Pendidikan PMI paling besar adalah lulus SMP dan SMA. Hal ini menyebabkan sebagian besar PMI bekerja di sektor non formal, terutama asisten rumah tangga (ART). Jumlah PMI perempuan 70 persen lebih tinggi dibanding PMI laki2. Besarnya perempuan yg bekerja di luar negri dilatarbelakangi pola kapitalistik di Indonesia, dimana sebagian besar perusahaan tidak membayar sesuai UMR tapi berdasar hasil kerja, demikian pula ART dianggap pekerjaan rendahan dengan upah rendah, disamping faktor2 laiinya. Permasalahan PMI silih berganti muncul dengan penyelesaian yg tidak tuntas, hal tersebut karena dominasi swasta dalam pengelolaan PMI. Mutimmatul menawarkan new paradigm utk perlindungan migrant worker dengan kehadiran negara lebih besar dimulai dari: rekrutmen, dokumen, penlat, sertifikasi, kontrak kerja, pemberangkatan, penempatan, dan perlindungan di rantau.
New Paradigm yang ditawarkan memberikan hak pekerja sesuai harkat martabat kemanusiaan dan perlindungan, terutama pekerja migran wanita yang sering menerima perlakuan tidak manusiawi.

About The Author

Related posts



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *