Pusat Studi Gender dan Anak

Email: lppm_pusat.psga@unesa.ac.id | Whatsapp: | IG:

Visi Pusat Studi Gender dan Anak

“Mendukung pencapaian KGIS (Kesadaran Gender dan Inklusi Sosial) dan perlindungan anak melalui penelitian dan pengabdian yang berkualitas dan produktif”

Misi Pusat Studi Gender dan Anak

  1. Meningkatkan wawasan dan kesadaran gender civitas akademika dan masyarakat melalui program Pendidikan Berkeadilan Gender.
  2. Mengembangkan kepedulian civitas akademika dan masyarakat terhadap masalah perlindungan anak melalui program Sekolah Layak Anak (SLA) dan Rumah Layak Anak (RLA).
  3. Memberikan pembimbingan dan layanan Bina Ketahanan Keluarga (BKK).
  4. Membangun jejaring kerja sama dengan stakeholder baik nasional maupun internasional.
  5. Mendesiminasikan hasil penelitian tentang gender melalui penerbitan jurnal.

 

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak
(Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag.)

“Lelaki dan Perempuan Sama-sama Mencipta Peradaban, Tidak Boleh Ada yang Dikecilkan dan Dikucilkan”

Perempuan kelahiran Gresik, 14 Mei 1974 ini mengabdi di Unesa sejak tahun 2006. Bidang ilmu yang ditekuni Agama Islam, Woman Lifestyle, Islam dan Kesejateraan Keluarga. Kepedulian terhadap issu gender dapat ditelusuri dari penelitiannya tentang poligami, tradisi perkawinan daerah, lokalisasi di Jawa Timur, waria, perempuan dan kecantikan, serta pendidikan seks untuk remaja dan keluarga.  Pada tahun 2015, menjadi sekretaris Pusat Studi Wanita Unesa. Saat ini, menjadi ketua Pusat Studi Gender dan Anak LPPM Unesa. Selain sebagai akademisi dan peneliti, juga berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia dipercaya oleh MUI Jatim menjadi Ketua Umum Ikatan Da’i Eks Area Lokalisasi (IDEAL) yang mengawal penutupan dan recoveri kondisi pasca penutupan lokalisasi di Jatim. Ia juga mengelola program Muslimah dan Islam yang tayang di Radio SAS FM setiap Jumat dan pengasuh Pesantren Mahasiswi Nur Alannur Surabaya.

 

Sekretaris Pusat Studi Gender dan Anak
(Sjafiatul Mardliyah, S.Sos., M.A.)

Lahir di kota kecil Kertosono-Nganjuk Jawa Timur pada 10 Juni 1972, mendorong saya harus merantau ke Surabaya untuk menempuh pendidikan  tinggi. Lulus pendidikan sarjana dari Jurusan Sosiologi UNAIR pada pertengahan tahun 1997 dan pada tahun berikutnya bergabung dengan IKIP Surabaya. Baru tahun 2005 masuk Program Magister Sosiologi di UGM. Mulai tahun 2015 aktif pada kajian P3IP (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Pendidikan) FIP UNESA. Menulis beberapa buku tentang pendidikan perempuan dan isu-isu pendidikan postmodernisme. Aktif dalam Jaringan Pendidikan Alternatif nasional sejak 2016. Saat ini, mendapatkan amanah sebagai Sekretaris Pusat Studi Gender dan Anak UNESA untuk periode 2019-2023.

Tim Pengelola
(Dr. Fransisca Januarumi Marhaendra Wijaya, S.Pd., M.Kes.)

Lahir di Gresik, 24 Januari 1980. Lulus pendidikan doktoral Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Surabaya. Selain menjadi staf pengajar/dosen di Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga dan menjadi bagian dari tim PSGA (pusat studi gender dan anak) juga menggeluti profesi juri di bidang senam artistik khusus putri tingkat nasional dan internasional. Penelitian intens pada bidang olahraga yang berkaitan dengan gymnastics for kids dan mulai mendalami gymnastic for ABK. Memiliki klub senam untuk anak-anak di Surabaya dengan kelas reguler dan kelas khusus ABK.

Tim Pengelola
(Nur Ika Sari Rakhmawati, S.Pd., M.Pd.)

Lahir di Surabaya, 26 Agustus 1988. Latar belakang pendidikan, lulus dari jurusan S1 PG PAUD FIP Unesa tahun 2011 dan S2 Pendidikan Dasar Konsentrasi PAUD Pascasarjana Unesa tahun 2013. Saat ini, menjadi staf pengajar pada Jurusan S1 PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa. Disamping itu menjadi staf ahli Pusat Studi Gender dan Anak LPPM Unesa, serta Asesor BAN PAUD PNF Jawa Timur. Buku yang pernah ditulis berjudul Metode Pengembangan Kemampuan Bahasa Anak dan Konsep Dasar PAUD. Fokus kajian pada pendidikan dan pembelajaran anak usia dini terutama pada bidang pengembangan kognitif  dan kemampuan bahasa Anak.

Tim Pengelola
(Yuni Lestari, S.AP., M.AP.)

Perempuan pintar adalah perempuan yang dapat menolong dirinya sendiri untuk mandiri, namun bukan untuk berdiri sendiri.”

Perempuan yang terlahir di Magetan tanggal 13 Juni 1985 ini merupakan dosen Jurusan Administrasi Publik FISH Unesa dan mulai mengabdi di Unesa sejak tahun 2014 silam. Ia tertarik dengan isu-isu perempuan, kepemimpinan, serta kebijakan publik. Mulai bergabung dengan Pusat Studi Wanita sejak tahun 2015 yang bermetamorfosa menjadi PSGA pada tahun 2019. Berbagai studi tentang kepemimpinan perempuan menjadi daya tarik tersendiri untuk dapat dijabarkan dalam beberapa tulisan yang terpublikasi.

Tim Pengelola
(Erlix Rakhmad Purnama, S.Si., M.Si.)

Pria kelahiran Surabaya, 29 Maret 1986 ini menjadi salah satu staff ahli di Pusat Studi Gender dan Anak. Pria kelulusan program studi S2 Biologi Universitas Airlangga tahun 2012 ini menjadi satu-satunya pria di PSGA yang keberadaannya menjadi penguat tim dalam bidang kesehatan reproduksi untuk menunjang terlaksananya misi PSGA. Saat ini aktif mengajar di Jurusan Biologi FMIPA Unesa dengan beberapa mata kuliah yang diampu antara lain yaitu Anatomi dan Fisiologi Manusia, Gizi Kesehatan dan Psikotropika, dan Onkologi. Selain aktif di PSGA, sejak tahun 2019 ini juga menjadi koordinator data dan informasi pada Tim Gugus Penjaminan Mutu FMIPA Unesa.

 

Program Kerja 2019:

  1. FGD Sekolah Layak Anak (SLA) dan Rumah Layak Anak (RLA).
  2. Konferensi ASWGI (Asosiasi Studi Wanita/Gender Indonesia).
  3. Workshop Metodologi Penelitian Gender.
  4. Seminar Internalisasi Gender di Perguruan Tinggi (Pendidikan Berkeadilan gender).
  5. Roadshow Edukasi KGIS Mahasiswa.
  6. Penerbitan Jurnal LENTERA.
  7. Pendampingan Masyarakat Kelompok Sosial Marginal.
  8. Pelatihan Pre Marriage Education (Bina Ketahanan Keluarga) dan Kespro.
  9. Kajian Pemetaan Permasalahan Sosial Marginal Masyarakat Perkotaan.
  10. Penerbitan Buku Saku ttg Relasi Gender, KDRT, dan  KDP (Kekerasan Dalam Pacaran).
  11. Penguatan Jejaring dg stakeholder.
  12. Penyediaan Layanan Crisis Center.
  13. Pembentukan / Launching sahabat setara (relawan pencegahan kekerasan seksual di kampus).