Dialog “Mewujudkan Unesa Yang Responsif Gender 2020”

Senin, 30 Desember dipenghujung tutup tahun 2019, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak Unesa mendapat undangan utk menjadi narasumber dalam diskusi “Mewujudkan Unesa Yang Responsif Gender 2020″. Kegiatan tersebut digelar oleh komunitas ” Merawat Akal Sehat”. Diskusi dilaksanakan di Prodi Ilmu Komunikasi FISH. Dalam forum yang dihadiri unsur dosen, pemerhati gender, mahasiswa, dan aktivis SAVI AMIRA – LSM yg bergerak dalam pengentasan kasus kekerasan perempuan dan anak – dirumuskan beberapa point penting yaitu:

Pertama, indikator kampus responsif gender sesuai dg standart Kemen PPA adalah: memiliki pusat studi gender, memiliki profil gender PT, adanya SK Rektor tentang kebijakan PT responsif gender, terdapat plot penelitian gender, PKM yang membahas masalah gender, kurikulum dan pembelajaran berwawasan gender, fasilitas PT responsif gender, dll.
Kedua, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan: (1) pembentukan kesadaran civitas akademika (mahasiswa, dosen, karyawan) ttg urgensi kampus responsif gender; (2) payung hukum dr Universitas; dan (3) pemetaan masalah ketimpangan gender di kampus dan langkah solusinya.
Terkait hal tersebut, PSGA pada tahun 2020 mengagendakan percepatan pembentukan kesadaran gender di warga kampus dengan program2 yang menyasar dosen, mahasiswa dan masyarakat.

About The Author

Related posts



Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Start chat
1
Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?