Laporan Kinerja (LAKIN) Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan


LAPORAN KINERJA

PUSAT KAJIAN ILMU KEOLAHRAGAAN

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

                                                                                                                      NOVEMBER 2020

Oleh : Prof. Dr I Made Sriundy Mahardika, M.Pd. Kepala Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan Dr. Mochamad Purnomo M.Kes. sekretaris Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KINERJA PUSAT KAJIAN ILMU KEOLAHRAGAAN

LPPM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

NOVEMBER 2020

Penyusun :

Prof. Dr. I Made Sriundy Mahardika, M.Pd.

(Kepala Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan)

Dr. Mochamad Purnomo, M.Kes.

(sekretaris Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan)

Surabaya, 23 November 2020

Mengetahui,

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Negeri Surabaya,

Prof. Dr. Darni, M. Hum.

NIP. 196509261990022001

DAFTAR ISI

RINGKASAN EKSEKUTIF ………………………………………………………………………………………………….. ii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………………………… vii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………………… 1

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………………………………………………………… 1

DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………………………………………………….. 1

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………… 6

  1. Latar Belakang ………………………………………………………………………………………………….6
  2. Maksud dan Tujuan………………………………………………………………………………………….. 7
  3. Tugas Pokok dan Fungsi Serta Struktur Organisasi……………………………………………………..8
  4. Sumber Daya Manusia ……………………………………………………………………………………… 9
  5. Permasalahan Utama Yang sedang Dihadapi ………………………………………………………. 9

BAB II PERENCANAAN KINERJA ……………………………………………………………………………………… 10

  1. Rencana Strategis Unit Kerja …………………………………………………………………………………… 10
  2. Visi
  3. Misi
  4. Tujuan
  5. Sasaran Program
  6. Arah Kebijakan
  7. Strategi Kebijakan
  8. Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2021 ……………………………………………………………………… 12

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 2020 ……………………………………………………………………………. 13

  1. Analisis Capaian Kinerja Organisasi Tahun 2020 …………………………………………………… 13
  2. Realisasi Anggaran ……………………………………………………………………………………………. 19

BAB IV PENUTUP ………………………………………………………………………………………………………….. 20

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas limpahan nikmat, rahmat serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Kinerj Pusat kajian ilmu keolahragaan (PKIK) LPPM Universitas Negeri Surabaya November 2020 dengan baik dan lancar.

Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai bentuk pertanggung jawaban PKIK dalam mengelola, mengawal, melayani serta membantu  menjadikan Ilmu Keolahragaan sebagai penciri Unesa, meningkatkan akses dan mutu civitas akademika dan masyarakat melalui kegiatan berlolahraga, meningkatkan peluang berbasis kajian akademik terkait kolaborasi Ilmu Keolahragaan dengan Prodi-prodi relevan yang ada di Unesa, meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas layanan keolahragaan yang berdampak pada kepuasan pelanggan; Meningkatkan jejaring kerjasama dalam peningkatan kualitas layanan keolahragaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kami mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam – dalamnya kepada semua komponen yang turut andil dalam penyelesaian laporan kinerja ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Ucapan terimakasih khusus kami sampaikan kepada:

  1. Rektor Unesa Prof. Dr Nurhasan, M. Kes., yang telah memberikan saran dan masukan serta berkenan mendampingi kami dalam berbagai kerjasama serta mengalokasikan dana melalui LPPM untuk PKIK;
  2. Wakil Rektor Unesa bidang kerjasama, Dr. Sujarwanto, M.Pd., yang membantu baik pemikiran, kebijakan dalam menjalankan kerjasama antara Unesa dengan pihak luar.
  3. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd.,  yang telah membantu pemikiran dan kebijakan yang diberikan dalam memfasilitasi kajian ilmu keolahraan yang dijalankan didalam UNESA.
  4. Ketua LPPM Unesa, Prof. Dr Darni, M.Hum., yang telah mendampingi serta menyetujui kegiatan yang dijalankan oleh pusat kajian ilmu keolahragaan.
  5. Teman – teman Tim Ad-hoc PKIK yang telah membantu dalam pemikiran dan pelaksanaan kegitan yang dijalankan oleh PKIK.
  6. Serta seluruh Tim yang ada di LPPM yang telah banyak membantu dalam setiap kegiatan yang telah diadakan oleh PKIK.    

Kami menyadari  bahwa Laporan Kinerja PKIK masih terdapat kekurangan dan kelemahan, karena itu, kami masih membutuhkan kritik dan saran yang membangun dalam upaya menhadirkan lapran kinerja yang lebih baik. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan dapat digunakan untuk kebijakan selanjutnya.

Surabaya 23 November 2020

Penyusun

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan (PKIK) merupakan salah satu lembaga baru di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dalam upaya mendukung keputusan Senat Unesa yang menjadikan Ilmu Keolahragaan sebagai unggulan Unesa.

Program Kerja tahun 2020 ada yang mengalami kendala dan ada pula terlaksana dengan baik antara lain adapun program pusat KIK : (1) Community service untuk warga (2) Pengusulan PUI Keolahragaaan (3) Pembentukan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan Unesa : Pusat Layanan Psikologi Olahraga, Pusat Layanan Hukum Olahraga, Pusat layanan Olahraga Adaptif, Pusat layanan Gizi Olahraga, Pusat layanan Olahraga Rekreasi, dan Pusat layanan Pelatihan Olahraga (4) Pembentukan tim komite etik Unesa (5) Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi (6) Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga Terkait (7) Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesa dilaksanan bersamaan dengan cara virtual yang diikuti oleh pada dekan selingkung unesa, para wd 1seluruh sivitas unesa, serta para kajur dan kaprodi diseluruh unesa

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LatarBelakang

Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan (PKIK) merupakan salah satu lembaga yang ada didalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berdasarkan surat SK Rektor Nomor 369/UN38/HK/KP/2019.

Ilmu Keolahragaan dilahirkan melalui Deklarasi Surabaya sebagai hasil Seminar dan Lokakarya (Semlok) Nasional Keolahragaan Tahun 1998.  Semlok dilaksanakan untuk menjawab pertanyaan: (1) apakah olahraga adalah ilmu yang berdirisendiri dan berbasis pada dominan eksakta atau tidak, (2) Jika IKIP tertentu diberi perluasan mandate melalui kebijakan Dirjen Dikti dan berubah menjadi Universitas, mampukah LPTK tersebut menyiapkan tidak hanya tenaga akademik dan professional bidang kependidikan tetapi juga non-kependidikan.

Ilmu Keolahragaan akhirnya disepakati karena mengandung konsep: olahraga dan segala sesuatu yang tercakup di dalamnya, ada interface terstruktur dengan : ilmu-ulmu pengetahuan tentang manusia, etika, budaya, ideologi, perilaku, fisik, sosial, tumbuh-kembang, pendidikan, pengendalian, dan filsafat. Semlok Nasional tersebut juga menyepakati secara nasional lahirnya Ilmu Keolahragaan sebagai ilmu mandiri yang berbasis eksakta tanpa meniadakan nilai-nilai sosial dan humaniora yang terdapat di dalamnya. 

Disepakati pula postulat, asumsi, dan prinsip yang dijadikan sandaran Ilmu Keolahragaan yang berbeda untuk tiga rumpun akar disiplin Ilmu Keolahragaan, antara lain: (1) untuk rumpun humaniora diperoleh prinsip bahwa pembinaan berlangsung melalui pelaksanaan secara langsung, (2) untuk rumpun ilmu pengetahuan alam diperoleh prinsip bahwa peningkatan fungsi organ itu terjadi melalui latihan, (3) Untuk rumpun ilmu pengetahuan sosial diperoleh prinsip bahwa belajar berlangsung tidak melalui aktivitas sendiri.

Tiga butir penting Deklarasi Surabaya adalah: (1) Ilmu Keolahragaan berdasarkan kajian filsafat (ontologi, epistemologi, dan aksiologi) memenuhi criteria sebagai ilmu yang mandiri yang memiliki cakupan Pendidikan Jasmani, Pendidikan Kesehatan, Olahraga, Rekreasi, dan Tari, (2) Ilmu Keolahragaan dapat dikembangkan melalui pendekatan multi, lintas, dan inter disiplin untuk batang tubuh keilmuan yang bersifat terbuka dan berlandaskan pada natural sciences, behavioralsciences, dan humanity, serta dengan basis dominan pada ilmu eksakta, (3) Direkomendasikan agar segera direalisasikan adanya:  (a) Konsorsium ilmu Keolahragaan, (b) Fakultas Ilmu Keolahragaan beserta kurikulum nasionalnya; pola penelitian dan pengembangan ilmu keolahragaan sesuai arah kebijakan penelitian nasional dan masuk dalam bidang kajian Punas Ristek dengan status mandiri, (c) pembinaan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung sepertila boratorium, buku pustaka, dan penerbitan jurnal ilmu keolahragaan.

  • Maksud dan Tujuan

Unesa adalah perguruan Tinggi (PT) satu-satunya di Kota Surabaya yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan, sehingga memiliki peluang besar untuk dijadikan unggulan Unesa. Tentu saja faktor “satu-satunya di Surabaya” ini tidak cukup kuat untuk dijadikan indikator Ilmu Keolahragaan sebagai unggulan Unesa, masih diperlukan kajian-kajian komprehensif dan lebih dalam jika ingin menjadikan Ilmu Keolahragaan sebagai unggulan Unesa. Dengan demikian PKIK didirikan karena ingin menguatkan kajian ilmu keolahragaan

  • Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi

PKIK harus mampu mewujudkan Ilmu keolahragaan sebagai unggulan Unesa melalui kajian-kajian yang komprehensif, dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan Lembaga yang terkait, melalui penelitian dan pengabdian masyarakat

PKIK berfungsi sebagai organ yang harus mampu mewujudkan keinginan Unesa untuk menjadikan Ilmu keolahragaan sebagai unggulan melalui kegiatan: (1) Community service untuk warga, kegitan ini melayani masyarakat, sehingga unesa lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat (2) mencoba membuat konsep pusat unggulan iptek ilmu keolahraagaan, sehingga bisa mendukung terbentuknya kolaborasi keilmuan yang luar bisa di unesa (3) Pembentukan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan Unesa dengan demikian unesa lebih berguna bagi masyarakat. (4) Pembentukan tim komite etik Unesa, untuk peningkatan mutu penelitian dan pkm di unesa dengan lebih baik supaya bisa masuk pada jurnal nasional maupun internasional. (5) Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi dan prestasi (6) Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga Terkait yang ada ditingkat kota maupun nasional (7)  Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesa, dengan bigutu sekaligus bisa dilakukan penjaringan tim penelitian kolaborasi ilmu keolaharagaan.

Berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi tersebut maka PKIK dimasukkan dan berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Struktur organisasi Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan dalam LPPM Unesa adalah sebagai berikut :

Ketua Pusat RPI
Sekretaris Pusat RPI
Ketua Pusat PKM
Sekretaris Pusat PKM
Ketua Pusat HKIP
Sekretaris Pusat HKIP
Ketua Pusat KKN PM
Sekretaris Pusat KKN PM
Ketua Pusat IB
Sekretaris Pusat IB
Ketua Pusat ID
Sekretaris Pusat ID
Ketua Pusat KIK
Sekretaris Pusat KIK
Ketua Pusat KSB
Sekretaris Pusat KSB
Ketua Pusat SLD
Sekretaris Pusat SLD
KETUA LPPM SEKRETARIS LPPM
Ketua Pusat SGA
Sekretaris Pusat SGA
Tim Adhoc

Gambar 1: Struktur Organisasi Pusat KIK

  • Sumber Daya Manusia
  • Nomor Kode Jabatan    :      UJ.UN38.U6.17
  • Nama Jabatan               :      Kepala Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan
  • Unit Kerja Atasan         :
    • Eselon III              :      –    
    • Eselon II                :      Ketua LPPM Universitas Negeri Surabaya
    • Eselon I                 :      Rektor Universitas Negeri Surabaya
  • Nama Jabatan Bawahan Langsung
No.Nama JabatanJumlah
4.1Sekretaris Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan1 orang
4.2Tim Ad-hoc5 orang
  • Permasalah Utama yang Sedang Dihadapi
  • Keyakinan tentang Ilmu Keolahragaan sebagai unggulan Unesa, untuk itu perlu dilakukan konsolidasi organisasi dengan bidang-bidang terkait di Unesa.
  • Pemahaman sivitas academica Unesa tentang ruang lingkup Ilmu Keolahragaan, karenanya perlu adanya sosialisasi dengan Prodi-prodi yang ada di Unesa yang terkait dengan Ilmu Keolahragaan.
  • Sumber daya manusia yang ahli dalam bidang Ilmu Keolahragaan yang belum memadai, untuk itu perlu dilakukan kaderisasi dosen muda untuk studi lanjut yang relevan dengan kebutuhan pengembangan Prodi-prodi berkompetensi Ilmu Keolahragaan.
  • Payung penelitan yang belum terbentuk untuk memayungi penelitian dosen dan mahasiswa yang berkaitan dengan Ilmu Keolahragaan.
  • Layanan keolahragaan belum terstruktur dan belum optimal, untuk itu perlu digagas kemungkinan dibentuknya pusat-pusat layanan Keolahragaan yang dibutuhkan masyarakat luas.
  • Jejaring kerjasama dengan berbagai lembaga terkait belum massif, untuk itu perlu dipacu kesepakatan kerjasama dengan Lembaga-lembaga terkait dengan Ilmu Keolahragaan.

BAB II

PERENCANAAN KINERJA PKIK 2020

  1. Rencana Strtegis PKIK
  2. Visi

Unggul dalam inovasi dan kukuh dalam IPTek Keolahragaan serta berperan aktif dalam peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Keolahragaan

  • Misi
    • Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang Keolahragaan  yang berkualitas dalam iklim akademik yang kondusif;
    • Meningkatkan hasil karya ilmiah, produk buku, dan HKI baik di tingkat lokal, nasional dan internasional di bidang Ilmu Keolahragaan;
    • Menyebar luaskan hasil penelitian Ilmu Keolahragaan yang inovatif melalui pengabdian kepada masyarakat;
    • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya pengembangan dan penerapan Ilmu Keolahragaan.
  • Tujuan

Menjadikan Ilmu Keolahragaan sebagai unggulan Unesa yang tercermin dari karakteristik keilmuan Prodi-prodi Unesa yang bercirikan Ilmu Keolahragaan.

  • Sasaran Program

Lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta yang terkait dengan keolahragaan, pengolahraga baik atlet maupun non atlet yang terkait dengan kegiatan Keolahragaan

  • Strategi

Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Satu strategi dapat terhubung dengan pencapaian satu sasaran. Dalam hal beberapa sasaran bersifat inherent dengan satu tema, satu strategi dapat dirumuskan untuk mencapai gabungan beberapa sasaran tersebut. Dalam mencapai unesa satu langkah di depan, maka terdapat strategi-strategi dari setiap sasaran yang disampaikan sebagai berikut

  1. Community service untuk warga (pelayana masyarakat dengan program penyuluhan dan pemberian buku panduan olahraga)
  2. Pengusulan PUI Keolahragaaan, pembuatan konsep pendirian PUI keolahragaan di unesa
  3. Pembembuatan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan Unesa. Dengan maksud membuat konsep bisnis olahraga.
  4. Pembentukan tim komite etik Unesa
  5. Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi
  6. Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga Terkait
  7. Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesa
  • Arah Kebijakan

Arah kebijakan adalah pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran dari waktu ke waktu selama 1 (satu) tahun. Rumusan arah kebijakan merasionalkan pilihan strategi agar memiliki fokus dan sesuai dengan pengaturan pelaksanaannya. Arah kebijakan PKIK dalam  tahun 2020 sebagai berikut:

  1. Memberikan Community service untuk warga (pelayana masyarakat dengan program penyuluhan dan pemberian buku panduan olahraga)
  2. Melakukan Pengusulan PUI Keolahragaaan, pembuatan konsep pendirian PUI keolahragaan di unesa
  3. Melakukan koordinasi untuk Pembembuatan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan Unesa. Dengan maksud membuat konsep bisnis olahraga.
  4. membentuk tim komite etik penelitian Unesa dengan koornasi ketua LPPM 
  5. menetukan zona – zona yang dibuat Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi
  6. melakukan Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga Terkait
  7. melakukan Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesa
  • Rencana Kerja Tahun 2020

Program kerja serta kegiatan Pusat KIK LPPM Unesa Tahun 2020 telah ditetapkan seperti tertera pada Tabel 1

No.KegiatanKeterangan
1Community service untuk wargaTerlaksana secara online dengan memberikan video tutorial yang diunggah melalui youtube dan media social lainnya
2Pengusulan PUI keolahragaanTidak Terlaksana karena terjadi perubahan kebijakan di PUI dalam kegitan tahun 2020
3Pembentukan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan UnesaTerlaksana Di LPPM pada bulan November dengan membuat konsep bisnis olahraga
4Pembentukan tim komite etik UnesaTerlaksana di LPPM dengan didukung oleh pak wr 4 dan pak wr 1
5Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasiTerlaksana dengan pemasangan zona latihan 2,4 dan 4,8 serta zona unesa double bangku steps
6Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga TerkaitTerdapat kendala pada masa pandemic
7Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesaAda kendala pelaksanaan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020

  1. Analisis Capaian Organisasi tahun 2020

Capaian kinerja PKIK LPPM Unesa sampai bulan November 2020 ini dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Community Service untuk warga Masyarakat

Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan merupakan pusat yang baru satu tahun berdiri didalam LPPM UNESA , yang memberikan pelayanan pada masyarakat yang diberi nama “Community Service” yang pada awalnya kami konsep dengan menghadirkan mayarakat untuk bisa berkumpul dan berinteraksi untuk melakukan kegiatan layanan olahraga antara lain melayani masyarakat untuk giat tes kebugaran dan layanan konsultasi terkait layanan gizi olahraga, layanan prestasi olahraga, layanan kebugaran, dan layanaan yang lain terkait ilmu keolahragaan yang akan berkolaborasi dengan seluruh fakultas yang ada di unesa.

Namun pada tahun ini agak berbeda dikarenakan Indonesia mendapat musibah dengan adanya pandemic covid-19 sehingga merubah konsep kegiatan menjadi online dan layanan berupa workshop menjaga kebugaran dimasa pandemic serta pemberian buku dan video tutorial latihan olahraga, sehingga masyarakat masih bisa merasakan kebermanfaatan adanya unesa di tengah-tengah masyarakat pada masa pandemic ini.

Sehingga tahun ini layanan Community Service untuk warga Masyarakat pada Pusat KIK dibuat secara online seminar serta dibuatkan link youtube untuk melihat variasi latihan yang bisa dilakukan dirumah, sehingga bisa tetap bugar

Besar harapan kami untuk bisa ditindak lanjut pada kegitan tahun depan yang lebih menarik lagi, kegitan ini kami anggap berhasil karena jumlah anggita masyarakat yang dilayani dalam kegiatan ini cukup banyak baik kalangan mayarakat , mahasiswa dan karyawan serta anak–anak. Perkembangan kegiatan Community Service Program digambarkan melalui tabel 2.

Tabel 2.

Community Service untuk warga Masyarakat

  • Pengusulan PUI Keolahragaaan

Pusat ungulan Iptek Keolahragaan merupakan program yang akan dibentuk di unesa namun program ini terhenti karena adanya perubahan dikementrian pendidikan dan kebudayaan, sehingga program ini terhentikan sementara di tahun ini, dengan demikian pembuatan proposal pengajuan PUI Keolahragaan sementara dihentikan dikarenakan pedoman pembuatan tidak muncul di kementrian

Tabel 3.

Pengusulan PUI Keolahragaan

  • Pembentukan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan Unesa

Pembentukan layanan ini akan berintegrasi dibawah naungan PKIK yang mengkoordinir dari pusat – pusat layanan yang akan dibuat bersama jurusan, prodi dan fakultas yang ada di unesa sehingga nantinya layanan ini berdiri dibawah LPPM unesa, sehingga perlu diadakannya koordinasi yang baik antara ketua jurusan, ketua prodi, pak dekan serta ketua LPPM terkait layanan keolahragaan yang akan berdiri, dengan demikian dilakukanya koordinasi melalui sosialisasi, namun dengan adanya pandemic maka program ini terhambat, yang semestinya program ini berjalan mulai bulan februari maka baru bisa dilaksanakan bulan desember

  • Pembentukan tim komite etik Unesa

Pembentukan komisi etik penelitian unesa ini merupakan kelanjutan program dari tahun 2019 yang lalu yang sudah melakukan konsultasi ke UNAIR, sehingga kami berinisiatif di tahun 2020 ini untuk mewujutkan terbentuknya komisi etik di Unesa karena di Unesa ada beberapa prodi yang membutuh etik penetilian yang selama ini dilakukan diluar Unesa, dengan adanya etika penelitian diUnesa akan mempermudah dosen dan mahasiswa Unesa dalam melakukan penelitian sehingga proses penelitian lebih mudah dan mempercepat dosen dan mahasiswa untuk bisa diterima masuk jurnal bereputasi. Adapun target program ini tergambarkan dalam tabel 4.    

Tabel 4 :

Pembentukan Komite Etik Penelitian UNESA

  • Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi

Program ini merupakan program baru yang mendukung dari kebijakan unesa terkait kampus medeka belajar sehingga PKIK mencoba memberikan kontribunya untuk mengisi salahsatu ruang kosong yang ada di laboratorium merdeka belajar yang letaknya berada di hutan kampus unesa, adapun program kami adalah mengisi zona rekreasi berupa edukasi masyarakat terkait kebugaran, yang bisa memberikan wawasan pada masyarakat atau pengunjung laboratorium merdeka belajar, tahun ini kami berkoordinasi dengan pengelola laboratorium merdeka belajar untuk merancang zona kebugaran yang ada di sana sehingga kami memberikan tiga zona yaitu zona bugar lari 2,4 Km, zona bugar jalan 4,8 Km serta zona bugar unesa step test, dengan adanya zona ini bisa menambah kahasanah keilmuan yang ada di laboratorium merdeka belajar.

Tabel 5 : Sport Tourism

  • Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga Terkait

Tahun ini PKIK menginisiasi MOU antara unesa dengan lembaga terkait salah satunya adalah dengan PT pegadaian dan pemerintahan Lombok Timur, program ini awalnya memang tidak berjalan dengan lancar karena pada masa pandemic namun akhirnya program ini bisa terlaksana dan yang sudah melakukan MOU adalah PT Pegadaian Jawa timur dan sudah menghasilkan SPK dibeberapa fakultas dan LPPM melalui CSR yang ada di pegadaian, sehingga program ini bisa terlaksana.

  1. Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesa

Sosialisasi Payung penelitian olahraga ini didasarkan pada program-program rektor terkait Ilmu Keolahragaan menjadi unggulan Universitas disamping seni dan budaya, serta disabilitas. Pembentukan payung penelitian ini menjadi penting terutama untuk mengarahkan tema-tema penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa sejalan dengan upaya menjadikan Ilmu Keolahragaan sebagai unggulan

Sosialisasi Payung penelitian ini akan mampu memberi gambaran tentang Ilmu Keolahragaan yang dapat diteliti melalui kolaborasi lintas Prodi dan Fakultas, dengan berdasarkan pada keterkaitan Ilmu Keolahragaan dengan bidang ilmu di masing-masing Prodi. Pada tahun 2020 ini sudah dapat direalisasikan oleh beberapa Prodi/Fakultas misalnya kolaborasi atara FT dengan FIO yang berusaha membuat bahan perlatan olahraga, serta kolaborasi penelitian antara Prodi Pendidikan berkebutuhan Khusus dengan FIO, kolaborasi antara FBS dengan FIO dengan buku Bahasa Kode/ isyarat dalam olahraga,  dan dan kolaborasi antara FPBS dengan FIO dalam membuat kamus Istilah Olahraga.

Dari hal di atas maka bisa menambah khasanah penelitian pusat unggulan Iptek Keolahragaan, salah satunya adalah terkait dengan teknologi olahraga, Pendidikan olahraga, prestasi olahraga, olahraga rekreasi dan lain – lain. Secara umum kemajuan  pembentukan payung penelitian Keolahragaan Unesa dapat dilihat dalam tabel 5.

Tabel 5.

Sosialisasi Payung Penelitian Keolahragaan Unesa

  • Realisasi Anggaran
Realisasi Anggaran Pusat Kajian Ilmu Olahraga tahun 2020
NoNo RBANama Kegiatan Anggaran SPJ Sisa Dana
143062Community service untuk wargaRp    35,000,000  
243063Pengusulan PUI keolahragaanRp    15,000,000  
343064Pembentukan pusat bisnis Keolahragaan dan Peningkatan peran layanan Pusat-pusat Layanan Keolahragaan UnesaRp    10,000,000  
443066Pembentukan tim komite etik UnesaRp    10,000,000  
543069Sports tourism: merancang wilayah kampus unesa menjadi pusat kegiatan olahraga rekreasi Rp 10,000,000  
543070Sosialisasi dan kerjasama PKIK UNESA dengan Lembaga TerkaitRp 5,000,000  
543071Sosialisasi payung penelitian Keolahragaan di unesaRp 3,000,000  
  JUMLAH Rp  88,000,000  

BAB IV PENUTUP

Secara umum semua rencana kerja Pusat kajian Ilmu Keolahragaan yang dirancang untuk tahun 2020 tidak semua bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan target. Walaupun demikian ada juga target yang bisa berjalan secara maksimal dijalankan, sehingga program yang belum bisa berjalan secara maksimal bisa di tindak lanjuti ditahun berikutnya, untuk itu pada tahun 2021 akan dilanjutkan untuk penuntasannya, seperti: (1) pengoptimalan laboratorium mendeka belajar (2) peningkatan kebugaran seluruh sivitas yang ada diunesa, (3) meningkatkan kolaborasi dengan lembaga luar unesa.

Start chat
1
Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?