Edukasi Higiene Sanitasi Tingkatkan Keamanan Pangan di Desa Wisata Ngadipuro Blitar
Dalam rangka meningkatkan kualitas keamanan pangan di kawasan wisata, tim dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Higiene Sanitasi pada Penjamah Makanan di Desa wisata Ngadipuro, Kabupaten Blitar” pada hari Sabtu, 12 Juli 2025.
Kegiatan ini menyasar para pelaku usaha makanan di sekitar Pantai Pudak Desa Ngadipuro, yang berada di wilayah pesisir Blitar Selatan. Pantai Pudak ini merupakan salah satu Kawasan wisata yang baru dibuka untuk umum di awal tahun 2024 sehingga potensi pariwisata ini perlu diimbangi dengan penerapan higiene sanitasi yang memadai oleh pelaku jasa boga setempat.
Ketua tim PKM, Amalia Ruhana, S.PH., M.PH., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pelatihan atau sosialisasi higiene sanitasi kepada penjamah makanan di wilayah tersebut. “Padahal, keamanan pangan adalah kunci untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan wisatawan. Edukasi ini penting agar makanan yang disajikan tidak menimbulkan risiko kesehatan,” terangnya.
Edukasi yang diberikan mencakup pemahaman tentang kebersihan diri terutama bagi penjamah makanan. Selain penyuluhan, tim juga membagikan media edukasi visual yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga.
Kegiatan ini melibatkan tim lintas keilmuan dari UNESA, yaitu Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum. dari bidang linguistik dan Dr. Yeni Anistyasari, M.Kom. dari bidang teknologi informasi, yang turut berkontribusi dalam pengembangan media edukasi dan dokumentasi kegiatan.
Menurut Eko Wahyudi, kepala Desa Ngadipuro, edukasi ini membawa dampak positif bagi masyarakat. “Kami sangat berterima kasih karena warga, khususnya pengelola warung makanan di sekitar Pantai Pudak, jadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan” ujar beliau.
Harapannya, dengan bekal pengetahuan baru ini, masyarakat Desa Ngadipuro bisa ikut menjaga reputasi daerahnya sebagai destinasi wisata yang bersih, aman, dan sehat. Program ini sekaligus menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa wisata berbasis keamanan pangan.
Share It On: