Sekolah Rasa Rumah: Kolaborasi Orangtua, Guru, dan Anak dalam Pendidikan Inklusif
Pusat Gender LPPM Universitas Negeri Surabaya kembali menghadirkan Podcast Seri-2 bertema “Keluarga Homeschooling Mengelola Sekolah Inklusif Rasa Sekolah Rumah” dan “Membangun Ekosistem melalui Sekolah Orangtua di TK Inklusi Pelangiku” pada Rabu, 18 September 2025, di Ruang Podcast Kece TV UNESA
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, Salis, S.Psi., M.Psi. dan Atma Widya, S.Pd., yang berbagi pengalaman nyata dalam mengembangkan praktik pendidikan inklusif berbasis keluarga. Melalui konsep Sekolah Rasa Rumah, mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara orangtua, guru, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak dan menghargai keberagaman.
Konsep Sekolah Orangtua di TK Inklusi Pelangiku menjadi inovasi penting yang menjembatani komunikasi antara rumah dan sekolah melalui kegiatan parenting, diskusi kelompok, serta pelatihan kolaboratif. Model ini memperkuat ekosistem pembelajaran inklusif dan mendorong partisipasi aktif orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK). Podcast ini menjadi ruang dialog edukatif yang mempertemukan teori dan praktik, memperkaya wawasan tentang inklusi sosial dan pendidikan berkeadilan. Pusat Gender UNESA terus berkomitmen membangun budaya pendidikan yang kolaboratif, responsif, dan ramah anak.
Kegiatan ini memberikan beberapa dampak nyata: meningkatnya kesadaran orangtua, penguatan koneksi sekolah dan keluarga, peningkatan kapasitas guru, serta munculnya model ekosistem pembelajaran inklusif yang dapat direplikasi. Sebagai rekomendasi, kegiatan serupa perlu diperluas. Pelatihan intensif, dokumentasi praktik baik, dan dukungan kebijakan sangat diperlukan untuk memperkuat model ini. Podcast Seri-2 yang diselenggarakan oleh Pusat Gender LPPM UNESA berhasil menjadi forum edukatif yang mempertemukan praktisi dan akademisi. Paparan materi oleh Atma Widya dan Salis sangat relevan dengan konteks pendidikan inklusi masa kini. Kegiatan ini memperkuat sinergi sekolah dan keluarga dalam membangun ekosistem pembelajaran yang responsif, kolaboratif, dan inklusif. Harapan besar diarahkan pada replikasi praktik ini agar visi pendidikan ramah anak dan berkeadilan dapat terwujud secara luas. Seluruh kegiatan dapat dilihat pada link youtube: https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=rZbQCWhYYpA
Share It On: