Beranda PKIK
Bertepatan peringatan World Stroke Day setiap 29 Oktober, Tahun ini Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan (PKIK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerjasama dengan KORTEX Indonesia menggelar Hybrid Webinar sebagai upaya meningkatkan aktivitas fisik sehingga terhindar dari Stroke. Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. serta dihadiri civitas akademika UNESA, Kortex Brain Spine serta Indonesia Brain Spine Community dan Grasnotic Center.
Seperti diketahui, sejak pendemi Covid-19 melanda, berdampak pada kegiatan belajar mengajar secara daring. Hal tersebut tentu mengurangi aktifitas fisik/gerak yang dalam jangka panjang beresiko terlena Stroke. Ditambah malasnya berolah raga yang makin membuat resiko stroke makin besar.
Kepala Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan (PKIK), Dr. Mochamad Pramono, M.Kes menyampaikan, berdasar data survei aktivitas fisik dan kesehatan Civitas Akademika Unesa 2021, sebanyak 66 persen dosen punya riwayat penyakit hipertensi. 28 persen lainnya memiliki riwayat sakit diabetes.
“Ditengarai kurang gerak atau olahraga menjadi salah satu faktor terjadinya stroke ini. Hal ini juga diperkuat data sebanyak 51 persen dosen Unesa tidak berolah raga. 41 persen lainnya berolah raga 1 hingga 2 kali seminggu yang sebenarnya belum sesuai dengan apa yang direkomemdasikan World Health Organization (WHO),” ujar Purnomo.
Sementara itu, Kunjung Ashadi, S.Pd, M.Fis, AIFO selaku Sekretaris PKIK menyampaikan, seluruh Civitas Akademika Unesa dianjurkan melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang sesuai anjuran WHO. Tanpa ada alasan kuat, tentu sulit melakukannya sebagai kebutuhan. Para Civitas harus bisa menyesuaikan jenis olahraga sesuai umur mereka.
“Sebenarnya ada ide-ide sederhana tapi realistis guna memacu gerak fisik, misalnya saja memarkir kendaraan lebih jauh 1 meter dari biasanya, naik turun lantai dengan tangga, atau bisa mengatur waktu olah raga dari handphone,” urainya.
Senior Doctor KORTEX, dr. Gigih Pramono, Sp.BS menyampaikan, stroke merupakan gangguan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak. Jika ingin hidup sehat, lakukan olahraga secara rutin. “Sesuai anjuran WHO, setidaknya dalam seminggu seseorang punya waktu 150 menit untuk membakar 300 kalori dalam sekali olahraga,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dalam ruang lingkup Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan lembaga. Unesa kolaborasi bersama Kortex dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada komunitas serta pengembangan citra Unesa dan Kortex.
Sementara PKIK LPPM Unesa menindaklanjuti hal ini dengan perjanjian kerjasama (PKS) di bidang olahraga dalam upaya pencegahan penyakit stroke bagi Civitas akademika Unesa dan komunitas Kortex Indonesia. Di sisi lain, pihak Kortex berkomitmen mengimplementasikan dan optimalkan kegiatan promotive, preventive, curative, hingga rehabilitative.
Direkrur Utama Kortex Indonesia, dr. Agus C. Anab, Sp. BS menyampaikan, pihaknya mengawal civitas akademika Unesa dengan kegiatan promotive yakni webinar kesehatan tiap bulan. Untuk kegiatan preventive yakni screening lab maupun radiologis untuk cek kesehatan. “Berbagai kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan akan terus kami lakukan untuk Indonesia,” tandasnya.

PKIK LPPM Unesa gandeng KORTEX Indonesia adakan hybrid webinar Cegah Stroke dan Tingkatkan Aktivitas Fisik Civitas Akademika Unesa

Start chat
1
Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?