Laporan Kinerja (LAKIN) Pusat Studi Gender dan Anak

Laporan Tahunan Pusat Studi Gender dan Anak

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Surabaya

November 2020

Text Box: Oleh:

Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag. (Kepala Pusat Studi Gender dan Anak)

Sjafiatul Mardliyah, S.Sos.,M.A. (Sekretaris Pusat Studi Gender dan Anak)

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PUSAT STUDI GENDER DAN ANAK

LPPM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

November 2020

Penyusun:

Dr. Mutimmatul Faidah, S.Ag., M.Ag. (Kepala Pusat Studi Gender dan Anak) Sjafiatul Mardliyah, S.Sos.,M.A. (Sekretaris Pusat Studi Gender dan Anak)

Surabaya, 30 November 2020

Mengetahui,

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya,

Prof. Dr. Darni, M.Hum. NIP 196509261990022001

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbal alamiin puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, nikmat, hidayah dan taufiq-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan Laporan Pusat Studi Gender dan Anak LPPM Universitas Negeri Surabaya pada tahun 2019 dengan baik dan lancar.

Laporan kegiatan Pusat PSGA ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pusat ini dalam mengelola, melayani, mengawal dan membantu upaya untuk memberikan pemahaman keadilan dan kesetaraab gender (gender equality) baik di lingkungan akademisi yaitu dosen, tendik, mahasiswa maupun masyarakat umum.

Pada kesempatan yang baik ini, dengan senang hati menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

  1. Prof. Dr. Nurhasan, M. Kes. selaku Rektor Unesa yang telah berkenan merestui berdirinya Pusat Studi Gender dan Anak
  2. Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd selaku Wakil Rektor Bidang Akademik yang membantu baik pemikiran, kebijakan dan pendanaan dalam menfasilitasi kegiatan pusat PSGA.
  3. Prof. Dr. Darni, M.Hum. selaku Ketua LPPM Unesa yang telah mengawal berdirinya PSGA dan menyetujui setiap pelaksanaan kegiatan PSGA.
  4. Teman-teman tim Adhoc PSGA.
  5. Dan lain sebagainya yang tidak bisa disebutkan disini.

Kami menyadari bahwa laporan Pusat PSGA ini masih ada kekurangan dan kelemahan sehingga kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari berbagai pihak sangat ditunggu dan diperlukan untuk penyempurnaannya. Besar harapan kami laporan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,

Surabaya, November 2020

Penyusun

BAB 1 PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Isu gender masih menjadi masalah utama dalam pembangunan. Walaupun sudah banyak upaya dilakukan untuk peningkatan kapasitas perempuan, masih ditemukan kesenjangan dalam hal akses, partisipasi dan penguasaan sumberdaya seperti pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan bidang lainnya. Perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan, eksploitasi dan deskriminasi belum optimal, sehingga pelayanan kepada perempuan dan anak sebagai kelompok rentan dan ’korban terbesar’ akibat kekerasan masih rendah. Survey Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), membuktikan bahwa 1 dari 3 perempuan usia 15-65 tahun mengalami kekerasan fisik dan atau seksual sepanjang hidupnya. Terungkapnya berbagai kasus kejahatan seksual di beberapa daerah melibatkan perempuan dan anak menjadi objek sekaligus korban dari kejahatan ini.

Salah satu sasaran pembangunan Indonesia adalah meningkatnya kualitas sumber daya manusia termasuk perempuan. Selain itu, SDGs juga mendukung pemenuhan hak perempuan, keadilan gender dan memperkuat pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Kualitas hidup manusia ditentukan sejak anak usia dini, pembangunan anak dilakukan dengan prinsip pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagaimana tercantum pada Konvensi hak Anak (KHA), yaitu: non diskriminasi, hak-hidup, tumbuh dan berkembang, mempertimbangkan kepentingan terbaik anak, dan menghargai partisipasi anak.

Tiga isu strategis dalam pembangunan gender yang dicanangkan pemerintah, yaitu: (1) peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan; (2) peningkatan perlindungan perempuan dari berbagai tindak kekerasan termasuk tindak perdagangan orang; dan (3) peningkatan kelembagan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan. Tiga isu strategis pada perlindungan anak, yaitu: (1) peningkatan kualitas hidup dan tumbuh kembang anak; (2) peningkatan perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakukan salah lainnya; dan (3) peningkatan kualitas kelembagan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Perguruan Tinggi diharapkan turut serta berkontribusi dalam Percepatan Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender. Perguruan Tinggi memiliki peranan penting dan strategis untuk menyebarluaskan pengetahuan, nilai, norma, dan ideologi serta pembentukan karakter bangsa, tidak terkecuali kesetaraan dan keadilan gender.

Visi PSGA adalah mendukung pencapaian KGIS (Kesadaran Gender dan Inklusi Sosial) dan

2

perlindungan anak melalui penelitian dan pengabdian yang berkualitas dan produktif. Visi tersebut mengacu pada Visi LPPM UNESA, yakni membangun budaya meneliti dan mengabdi secara produktif dan berkualitas. Visi tersebut merupakan pedoman dan arah bagi seluruh civitas academica dalam membangun KGIS di UNESA dan masyarakat. KGIS sejalan dengan capaian perencanaan pembangunan nasional Indonesia (2005-2025), yaitu untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Adil berarti bebas dari segala bentuk diskriminasi atau keterbatasan, baik antar individu, atas dasar gender, atau daerah asal.

Misi PSGA adalah: 1) Meningkatkan wawasan dan kesadaran gender civitas akademika dan masyarakat melalui program Pendidikan Berkeadilan Gender. 2) Mengembangkan kepedulian civitas akademika dan masyarakat terhadap masalah perlindungan anak melalui program Sekolah Ramah  Anak (SRA) dan Rumah Ramah Anak (RRA). 3) Memberikan pembimbingan dan layanan Bina Ketahanan Keluarga (BKK). 4) Membangun jejaring kerja sama dengan stakeholder baik nasional maupun internasional. 5) Melakukan kajian dan desiminasi hasil penelitian tentang gender.

B.   Dasar Hukum

Landasan hukum Renstra PSGA LPPM UNESA Tahun 2019-2023 adalah sebagai berikut.

  1. Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 31, Ayat 3: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
    1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
    1. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
    1. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424);
    1. Undang-Undang No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskiriminasi Terhadap Wanita (Convention on The Elimination All Forms of Discrimination Against Women);
    1. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia
    1. Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
    1. Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.
    1. Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
    1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

3

  1. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
    1. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025
    1. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
    1. Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
    1. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010, tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
    1. Peraturan Pemerintah RI No. 74 tahun 2012, tentang perubahan atas peraturan pemerintah No. 23 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum
    1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
    1. Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 1999 tentang perubahan IKIP Surabaya menjadi Universitas Negeri Surabaya
    1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
    1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
    1. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pedidikan Tinggi Nomor 13 tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi, dan Pedidikan Tinggi Tahun 2015–2019.
    1. Statuta Universitas Negeri Surabaya 2011.

4

BAB 2

PROGRAM KERJA PUSAT STUDI GENDER DAN ANAK LPPM 2020

Program kerja dan kegiatan Pusat PSGA LPPM Unesa Tahun 2019 ditetapkan seperti dalam tabel berikut :

Tabel: Program Kerja PSGA LPPM Unesa 2020

NOKEGIATANKETERANGAN
1KOORDINASI PSGATERLAKSANA
2BEDAH RUU KETAHANAN KELUARGA PSGA UNESA26 Februari 2020
3WEBINAR SERIES FAMILY AND COVID-1921 April 2020.
4WEBINAR SMART RAMADHAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19  6 Mei 2020
5WEBINAR NEW NORMAL: PESANTREN & BOARDING SCHOLL, SIAPKAH?  9 Juni 2020
6PUBLIKASI JURNAL LENTERAJuli 2020
7ESSAY COMPETITION FOR MILLENIALJuni-Novembert 2020
8WORKSHOP DARING 2020 PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PKM BERPRESPEKTIF GESI    17 Oktober 2020
9FGD PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL  27 Oktober 2020
10MEDIA TALK KENALI DAN CEGAH KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE  19 November 2020

Uraian kegiatan PSGA selama tahun 2020 dijelaskan pada halaman berikut. Kegiatan PSGA pada dasarnya meliputi kegiatan yang ditujukan baik kepada akademisi maupun rakyat.

5

BAB 3

CAPAIAN KINERJA PSGA 2020

Capaian kinerja PSGA LPPM UNESA pada tahun 2020 ini diuraiakan sebagai berikut:

A.   BEDAH RUU KETAHANAN KELUARGA PSGA UNESA

Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang menjadi usulan DPR ramai kritik dan ditolak masyarakat. Pasalnya, RUU Ketahanan Keluarga dinilai terlalu mengatur ranah privat warga negara, terutama hubungan suami-istri dalam keluarga. Salah satu poin yang sangat disoroti dalam RUU tersebut adalah pembagian kerja antara suami dan istri yang hendak diatur oleh negara. Pengaturan tersebut tercantum dalam Pasal 25. Pasal tersebut jelas mendesak suami sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab lebih dan istri mengatur rumah tangga. Larangan untuk mendonorkan dan memperjualbelikan sperma tersebut tercantum dalam pasal 31 ayat 1 dan 2. Diatur juga ancaman pidananya dalam pasal 139 dan 140. Itu artinya, pendonor sperma–entah itu kebutuhan biologis atau kesehatan–bisa dipenjara. Dalam draf RUU itu juga memiliki pasal bermasalah, salah satunya terkait ‘penyimpangan seksual’. Dalam bab penjelasan, ada empat perbuatan yang dikategorikan sebagai penyimpangan, di antaranya ialah homoseksualitas atau hubungan sesama jenis, juga sadisme, masokisme, dan inses. Pasal 86 menyebutkan: “Keluarga yang mengalami krisis keluarga karena penyimpangan seksual wajib melaporkan anggota keluarganya kepada badan yang menangani ketahanan keluarga atau lembaga rehabilitasi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan.” Sedangkan pasal 87 menyebut: “Setiap orang dewasa yang mengalami penyimpangan seksual wajib melaporkan diri kepada badan yang menangani ketahanan keluarga atau lembaga rehabilitasi untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan.” Dua pasal ini, ringkasnya: mengharuskan orang-orang yang dianggap melakukan penyimpangan seksual wajib lapor dan wajib pula mendapatkan rehabilitasi.

Atas dasar uraian di atas, PSGA Unesa menyellenggarakan Bedah RUU Ketahanan Negara yang dilaksanakan pada 26 Februari 2020. Bertempat di Perpustakaan Unesa Kampus Ketintang, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berbeda latar belakang pendidikan. Narasumber pertama adalah dosen ahli hukum yang diundang dari Universitas Wijaya Kusuma dan satu narasumber adalah dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang berlatang belakang pendiidkan sosiologi hukum. Dua narasumber ini memiliki sudut pandang yang berbeda dan saling melengkapi untuk merumuskan permasalahan yang terjadi dalam RUU Ketahanan Keluarga.

Para peserta yang hadir pada acara ini berjumlah kurang lebih 40 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Pad kesempatan ini PSGA juga menerima tamu dari pemuda katolik yang ingin belajar bersama tentang RUU kontroversial ini.

Acara yang dilaksanakan pada pukul 13.00-15.00 WIB, semakin hangat ketika para dosen yang hadir memberikan pendapat dan sanggahan sehingga menjadi bahan diskusi menarik untuk merumuskan polemik RUU ini. Tanya jawab dan klarifikasi pendapat dituangkan dalan satu kesepakatan untuk menolak RUU Ketahanan Keluarga menjadi UU. Civitas akadmeisi UNESA bersepakat bahwa RUU tidak boleh disahkan karena mengandung mengganngu keutuhan keluarga dan norma sosial.

B.   WEBINAR SERIES FAMILY AND COVID-19

Peringatan Hari Kartini 2020, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal Maret, membuat kegiatan akademik maupun non akademik menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Berdasarkan alasan tersebut, maka PSGA memperingati Hari Kartini menyelenggarakan webinar dengan tema Gembira Bersama Keluarga di Rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengelola manajemen keluarga secara sosial, ekonomi, maupun psikologi selama masa pandemi. Brosur kegiatan disebar satu minggu sebelum acara diselenggarakan tepat pada tanggal 21 April 2020.

Acara webinar pada kegiatan ini dihadiri oleh 60 peserta dan acara disusun mengikuti tabel berikut:

Beberapa dokumentasi yang bisa diambil pada kegiatan webinar ini tampak pada foto dibawah ini:

Yang menarik pada kegiatan ini, wartawan dari Jawa Pos hadir untuk meliput acara ini, seperti nampak pada poster berikut ini.

C.  WEBINAR SMART RAMADHAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Memasuki bulan Ramadhan 2020, tiga pusat studi yaitu Pusat Studi Ilmu Keolahragaan, Pusat Studi Halal, dan PSGA mengadakan webinar kolaboratif dengan mengusung tema Smart Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang berkorelasi dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik ekonomi, sosial, budaya, maupun psikologis pada masyarakat mendorong masyarakat untuk selalu mencari berbagai cara untuk bisa survive demi melangsungkan kehidupannya. Kondisi pandemi yang belum menunjukkan kapan berakhir, berdampak pula pada berbagai kegiatan di lembaga pendidikan tinggi dan beradaptasi dengan melahirkan berbagai kegiatan berbasis virtual. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2020 b mulai pukul 09.00 –

12.00 WIB secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom. Selain melalui media Zoom, acara ini juga disiarkan secara live melalui channel youtube. Keynote Speaker dalam acara ini adalah Rektor Unesa, Prof Dr. Nurhasan, M.Kes. dan Ketua Tim Penggerak PKK Arumi Bachsin Emil Dardak . Setelahnya itu, hadir tiga narasumber dalam 3 sesi untuk membahas isu yang berkaitan dengan kondisi saat ini. Sesi pertama, adalah Dr Annis Catur Adi, M.Si. Pak Anis yang juga dosen dari Universitas Airlangga menyampaikan materi tentang Menu Keluarga Halal dan Sehat. Kemudian sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Mutimmatul Faidah yang menyampaikan materi mengenai pola asuh keluarga yang efektif untuk meraih berkah Ramadhan pada masa pandemi. Dan Sesi ketiga diisi oleh pakar olahraga Anisa Citra Saraswati yang membahas mengenai Olahraga bersama keluarga saat puasa untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

Peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini sebanyak 369 orang, akan tetapi yang mengikuti kegiatan hingga selesai sebanyak 191 orang. Peserta dari kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan diantaranya dosen, guru, mahasiswa/pelajar, trainer, sales, akuntan, dll.

Di akhir kegiatan, peserta mendapatkan e-sertifikat dengan mengisi googleform yang linknya disampaikan di akhir sesi. Contoh e sertifikat sebagai berikut :

D.   WEBINAR NEW NORMAL: PESANTREN & BOARDING SCHOLL, SIAPKAH?

Kondisi pandemi memasuki bulan Juni 2020, belum juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Sementara tahun ajaran baru dudah diujung mata. Sekolah adalah lembaga yang paling rumit untuk menyelenggarakan pendidikan. Selama SFH, yang hanya berjalan beberapa bulan saja sudah memunculkan keluhan dari orangtua. Para orangtua baru merasakan jika mendidik anak untuk belajar, bukanlah hal mudah. Orangtua merasa susah membagi waktu antara kerja dan keluarga. Kondisi ini mendorong PSGA Unesa melakukan kegiatan webinar untuk membahas fenomena diatas dengan kerjasama dengan pusat Halal dan pusat ilmu keolahragaan. Adapun leaflet yang sudah dibuat dapat dilihat pada gambar berikut.

“Ada lebih dari 28.900 pesantren dan sekolah berasrama di Indonesia yang perlu kita persiapkan dengan beragam kelaziman baru agar tidak menjadi titik penyebaran baru covid-19” . Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU, KH. Abdul Ghaffar Rozin pada diskusi daring “Persiapan Pesantren dan Boarding School Memasuki Era New Normal” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya pada Selasa, 09 Juni 2020.

Kehidupan pesantren dan sekolah berasrama lain yang sangat komunal tentu menimbulkan kecemasan tersendiri bagi para orang tua wali, Pemerintah, dan juga masyarakat. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah potensi pesantren menjadi klaster penyebaran Covid-19 apabila pengelola tidak mampu mengadopsi tata cara dan kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan.

“Keresahan masyarakat demikian besar akan fenomena tersebut. Hal ini tampak dari animo peserta yang mencapai 1835 orang, belum lagi mereka yang menyimak tanpa mendaftar melalui panitia” jelas Mutimmatul Faidah, Ketua Acara. Ia menambahkan bahwa peserta yang hadir tak hanya dari kalangan wali siswa, namun juga dari para pengelola Pesantren serta sekolah berasrama di Seluruh Indonesia. Panitia mencatat ada peserta dari Enrekang-Sulawesi Selatan, Ngabang-Kalimantan Barat, Serpong-Banten, hingga Sumatera Barat.

Selain Gus Rozin, panggilan akrab KH. Abdul Ghaffar Rozin, juga hadir sebagai pemateri adalah Dr. Martadi dari Dewan Pendidikan Surabaya dan dosen UNESA yang mengulas tentang apa saja yang harus disiapkan oleh orang tua, secara psikis dan fisik, ketika mengirimkan buah hatinya kembali ke pesantren atau asrama. Materi terakhir tentang prosedur kesehatan yang perlu dipersiapkan oleh pengelola sekolah asrama disampaikan oleh tim edukasi Gugus Covid-19 Rumah Sakit Unair, dr. Niken Sasdhara.

Penyelenggaraan diskusi merupakan bagian dari komitmen UNESA mengambil langkah nyata membantu masyarakat menghadapi Covid-19 dan melewati masa Pandemi. Melalui kolaborasi tiga pusat studi yang dimiliki: Pusat Kajian Halal, Pusat Studi Gender dan Anak, serta Pusat Unggulan IPTEK Keolahragaan, UNESA menyelenggarakan seri diskusi terkait covid-19.

Diskusi ini mengerucut pada perlunya negara hadir untuk memperhatikan kondisi pesantren dan boarding school, sehingga kelaziman baru dapat dilaksanakan dengan kesiapan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang layak. Jika belum memungkinkan pembelajaran dan pembentukan karakter anak bisa dilaksanakan dengan virtual yang membutuhkan

kolabarasi lembaga pendidikan dan orangtua.

Pesantren adalah tema diskusi yang kedua, sementara yang pertama tentang Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi yang menghadirkan Ketua PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin telah terlaksana pada 6 Mei lalu.

Kegiatan ini mendapat respon yang cukup baik kalangan masyarakat. Peserta yang ikut berasal dari kalangan orangtua, guru, dosen dan dokter yang menginginkan pemahaman yang baik jika awal ajaran baru sekolah sudah mulai dibuka. Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang maksimal dari orangtua maupun sekolah dan tenaga medis agar dapat

menghadapi situasi pandemi ini.

E.   PUBLIKASI JURNAL LENTERA

Bulan Juli 2020, Jurnal Lentera sudah saatnya untuk terbit untuk kedua kali setelah terbitan pertama pada bulan Desember 2019. Adapun tulisan yang sudah masuk ada 8 yang berasal dari luar Unesa sebanyak 2 tulisan. Direncanakan bulan Juli Jurnal Lentera  terpublish. Dokumentasi dibawah adalah terbitan pertama dan tulisan yang sudah masuk dan diberi LOA.

Tampilan Lentera pada terbitan kedua tampak seperti gambar dibawah ini:

Pada saat yang hampir bersamaan, Jurnal Lentera mendaptkan tawaran kerjasama untuk mengirim manuskrip dari pihak UPN Jawa Timur yang sedang mengadakan kegiatan seminar internasional. Dalam kerjasama ini pihak panitia UPN akan mengirim 6 manuskrip kepada jurnal lentera.

Nomor : 92/KOMEDI/X/2020                         Surabaya, 2 Oktober 2020 Perihal     : Undangan Konferensi Media Digital

(KOMEDI) 2020

Kepada

Yth. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag. Editor in Chief of LENTERA

Di

Tempat

  1. Dasar : Program Kerja Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur Tahun Akademik 2020/2021 tentang penyelenggaraan Seminar Nasional 2020
  • Sehubungan dengan butir satu (1) diatas, kami mengundang Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., Editor in Chief LENTERA untuk hadir pada Konferensi Media Digital dengan tema Media, Future Communication and Cultural Change – MENTIONAGE 2020, yang akan diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, UPN “Veteran” Jawa Timur pada

Hari / Tanggal : Rabu / 7 Oktober 2020 Pukul                                   : 09.00 – 11.00 wib Tempat   : Daring – Zoom

Meeting ID                   790 293 0386

Passcode                      : IKOMUPNVJT

  • Demikian surat undangan ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih

Ketua Pelaksana Mentionage 2020

Dr. Zainal Abidin Achmad, M.Si, M.Ed NPT. 3 7305 99 0170 1

F.   ESSAY COMPETITION FOR MILLENIAL

Masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak awak Maret 2020 hingga saat ini, menjadikan seluruh elemen masyarakat beradaptasi untuk menjaga kesehatan semaksimal mungkin. Remaja adalah elemen yang kurang banyak disoroti dalam masa pandemi ini padahal mereka adalah generasi yang akan terus memberikan informasi kepada generasi berikutnya. Pendapat maupu ide mereka, saat ini perlu untuk didokumentasikan agar kelak menjadi bingkai pada masa berikutnya. Oleh karena itu PSGA Unesa menyelenggarakan agenda ini untuk menjaring ide-ide remaja di seluruh Indonesia.

Leaflet yang dibuat PSGA sudah disebarkan secara daring sejak akhir bulan Juni ke

seluruh wilayah Indonesia. Seluruh naskah akan diterima sampai pada tanggal 7 Agustus 2020. Kegiatan berikutnya, PSGA akan mengundang seluruh menulis untuk diwadahi dalam satu grup untuk bersama-sama melakukan launching essay yang sudah dibukukan.

Secara keseluruhan peserta essay ini terdiri dari 20 orang yang berasal dari kalangan siswa SMP dan SMA dari beberapa wilayah di Indonesia. Setelah batas waktu yang ditentukan tutup, daftar naskah yang masuk dan sekaligus pembagian penilaian dapat dilihat pada tabel berikut ini.

DAFTAR NAMA REVIEWER LOMBA ESSAY NASIONAL

NONAMA REVIEWERNIPJUDUL ESSAYPENULISASAL PENULIS
1Putri Aisyah Rachma Dewi, S.Sos., M.Med.Kom.198404202014042001Pembelajaran Jarak JauhMuhammad Faiq IrhabMAN Insan Cendikia Serpong
Semangat Sehat Bersatu Lawan Covid 19Karina Dwi AnjarsariSMKN 1 Jombang
Usir Bosan dari RumahKirei Na HitoSMP Negeri 8 Surabaya
Pandemi Virus Corona, Tingkatkan Rasa CintaNayla Tsabitah IrijantoSMP Negeri 1 Taman Sidoarjo
Aku Melawan BosanNatasha AgustinaSMAN 1 Madiun
2Yuni Lestari, S.AP., M.AP.198506132014042001Aku Melawan BosanGarneta AdeniaSMPN 13 Bogor
Belajar Untuk Tidak Sekedar Pintar Dikala PandemiIndriana Ayuning PrameswariSMKN 3 Surabaya
Cinta Kasih Orang TuaErliza Suci ArofaSMA Muhammadiyah 2 Surabaya
Jadwal Aktivitas Harian Pelawan Rasa Bosan di Tengah Pandemi Covid 19Devi Ayu WulandariSMAN 1 Ngelames Madiun
Cinta dan Kasih Sayang KeluargaIntan Nur Kumala PutriSMP Taruna Islam Al-Kautsar Kraksan Probolinggo
3Erlix R. Purnama, S.Si., M.Si.201405024Hafalan Subuh Membawa BerkahRafi A. FirmansyahSMAN 10 Surabaya
Bosan Mengajarkanku Pentingnya Menghargai WaktuReezka Adjzizaha T. RSMPIT Insantama Bogor
Kampung Sehat Keluarga AmanWianda Dwi WijayantiSMAN 2 Lambu Bima NTB
Ada Perjuangan yang Harus Aku PerjuangkanYessy Isa’ Afinnabila ASMAN 10 Surabaya
Tanpa JudulSafira HasnaMTs Plus Nurul Ikhlas Spande Sidoarjo
4Nur Ika Sari Rakhmawati, S.Pd., M.Pd.201405037Kita Melawan CovidAhmad Ilmi Umar FMTs Maskumambang Gresik
Sekat Sekut Belajar DaringAkira AzahwaSMAN 5 Surabaya
Hal Kecil Membawa Perubahan BesarAnisa Farah F.SMAN 10 Surabaya
Permulaan Karena KeterpaksaanAprilia HayustiSMA Adzkia Islamic School
Tetap di Rumah Tetap ProduktifCahya FruzzetaSMPN 8 Surabaya

FORM PENILAI ESSAY

NOASPEK PENILAIANSCORENILAI
1ISI1-10 
 Relevan dengan kondisi pandemi1-20 
 Melahirkan sikap positif1-20 
2BAHASA  
 Penggunaan ejaan yang benar1-10 
 Penggunaan kalimat yang efektif1-10 
3SISTEMATIKA  
 Memiliki pola berfikir deduktif/induktif1-20 
 Memiliki referensi1-10 

Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sampai dengan dengan cetak buku, maka tim PSGA LPPM Unesa, menyelenggarakan lembur dengan melakukan kegiatan cek layout, editing dan struktur naskah secara umum pada tanggal 5-6 September 2020. Koordinasi dilakukan secara daring yang diikuti oleh seluruh tim PSGA LPPM Unesa. Memasuki bulan Oktober essay memasuki tahap cetak dan pertengahan november, naskah sudah harus didistribusikan kepada peserta.

Sebelum naskah didistribusikan kepada peserta, pada tanggal 12 November 2020 diadakan launching buku karya peserta yang diberi judul tema Young Writer Forum dan Launching Buku Z Gen dan Pandemi yang dihadiri peserta yang masuk finalis, orangtua dan sekolah. Pada kegiatan ini 3 narasumber dari PSGA memberikan penjelasan tentang tehnik menulis.

G.   WORKSHOP DARING 2020 PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PKM BERPRESPEKTIF GESI

Sehubungan dengan kebijakan Direktorat DRPM yg mengakomodir isu GESI pada tema dan topik penelitan prioritas sesuai Buku Panduan XIII 2020, maka untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas proposal, PSGA LPPM Unesa menyelenggarakan workshop penyusunan proposal berperspektif GESI. Peserta juga akan dibimbing secara intensif oleh pakar. Kegiatan workshop mengundang dua narasumber di bidang GESI yaitu: Prof. Dr. Keppi Sukesi, MS. (UB – Reviewer Nasional bid GESI) dan Dr. Ir. Arianti Ina Hunga, M. Si (UKSW – Reviewer Nasional bid GESI). Pelaksanaan kegiatan ini adalah pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020 yang diselenggarakan mulai pukul

08.00 – 14.00 WIB dengan menggunakan media Online via Zoom.

JUDUL PROPOSAL

NoPenelitiJudul
1Yuni Lestari, dkkKajian     Gaya     dan     Fungsi     Kepemimpinan Perempuan di Kabupaten Bangkalan Madura
2Putri Rachmadewi, dkkCADAR    SEBAGAI    PRAKTEK                   BUDAYA OLEH MILLENIAL
3Betrixia BarbaraFood Estate dan Analisis Perubahan Peran Gender dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional
4Yesi, Witra Yeni, Syawir Abdullah, Romi urniawanStrategi    Memberantas     Politik     Uang    dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kampar
5Tri Winarni Soenarto PutriPeran Lembaga Adat dalam Sosialisasi Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Papua Barat
6Tini Rusmini Gorda,Kekuatan Tri Hita Karana dalam Menunjang Kinerja Koperasi Perempuan Ramah Keluarga di Denpasar Bali
7Widyatmike                                      Gede Mulawarman,Program Penyuluhan dan Pendidikan Kritis bagi Keluarga Rentan melalui Kegiatan Manajemen Ketahanan Keluarga Berbasis OSSOF
8Margunani, dkkFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Semarang
9Erna Sulistyowati, dkkPemberdayaan Kader Kesehatan Desa Sidomulyo dan Desa Wonorejo Malang

Acara ini berlangsung sampai dengan jam 16.00 WIB. Acara seusdah Ishoma membuat peserta dan narsumber bisa melakukan diskusi mendalam yang memiliki pengalaman sebagai reviewer nasional bidang GESI. Dosen yang diundang berasal dari seluruh fakultas di Unesa. Harapannya

kegiatn ini menjadi bekal bagi para dosen untuk mengirim proposal ke DRPM.

H.   FGD PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL

Kondisi kekerasan seksual di kampus, menurut informasi yang diaporkan tirto.id (situs yang dianggap valid dan reliabel) menyebutkan bahwa sejak maret-juni 2019, terjadinya kekerasan seksual dnegan rincian sebagai berikut: 174 penyintas, 29 kota dan 79 perguruan tinggi. Semarang dan Jakarta adalah kota yang paling tinggi. Mahasiswa adalah korban kekerasan seksual, selain juga ada pihak lain seperti dosen dan karyawan. Adapun pelaku kekerasan seksual, tempat terjadinya kekerasan seksual, bentuk kekerasan seksual kemana penyintas melapor menurut laporan tirto.id nampak dijelaskan pada gambar berikut:

Alasan di atas, menjadikan PSGA merasakan perlu untuk mengadakan acara untuk membahas kondisi kekekrasan seksual di Unesa yang diselenggarakan pada 27 Oktober 2020. Hal ini diperlukan agar perilaku tersebut dapat dicegah dan diupayakan agar mendapatkan solusi pada tingkat kebijakan universitas. Adapaun rundown acara disusun sebagai berikut:

13.00-13.30: Pembukaan

13.30-14.30

Sesi 1: Dr. Sri Wiyanti Eddyono, S. H., LLM

Strategi dan Pengalaman UGM dalam Penyusunan Pedoman Pencegahan dan Penanganan

Kekerasan Seksual di Kampus.

14.30-16.00

Sesi 2: Budi Hermono, SH., MH.

Peluang dan Tantangan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Unesa

Pada kegiatan ini ada 27 dosen yang diundang yang tersebar di seluruh fakultas dengan rincian sebagai berikut:

  1. Dr. Diana Rahmasari, S. Psi., M. Psi.
    1. Windasari, S. Pd., M. Pd
    1. Bambang Dibyo Wiyono, S. Pd., M. Pd
    1. M. Farid Ilhamuddin, S. Pd., M. Pd
    1. Dr. Ririe Rengganis, S.S., M. Hum.
    1. Dra. Fahmi Wahyuningsih, M. Pd.
    1. Lutfi Saksono, S. Pd., M. Pd.
    1. Dra. Sri Sulistiani, M. Pd
    1. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, M. Hum., M.A., Ph. D
    1. Fifit Yeti Wulandari, S. Pd., M. Pd
    1. Dr. Fransisca Januarumi Marhaendra Wijaya, S.Pd., M.Kes.
    1. Rojil Nugroho Bayu Aji, S. Hum., M. A.
    1. Iman Pasu, S. H., M. H.
    1. Dr. Oksiana Jatiningsih, M. Si.
    1. Dr. Hj. Rr. Nanik Setyowati, M.Si.
    1. Elisabeth Septin Puspoayu, S.H., M.H.
    1. R. A. Sista Paramita, S. E., M. Si.
    1. Novi Trisnawati, S. Pd., M. Pd.
    1. Lucky Rachmawati, S. E., M. Si.
    1. Mauren Gita M, S. Pd., M. Pd.
    1. Muammar Zainul Arif, S. Pd., M. Pd.
    1. Martini Dwi Endah Susanti, S.Kom., M.Kom.
    1. Sari Kusuma Dewi, S. Si., M. Si.
    1. Meta Yantidewi, S.Si., M.Si.
    1. Aris Rudi Purnomo, S.Si., M.Pd., M.Sc.
    1. Rusly Hidayah, S.Si., M.Pd.
    1. Dini Kinati Fardah, S.Pd.Si., M.Pd.

Pada acara ini berbagai pertanyaan yang muncul membahas berbagai hal yaitu:

  1. Bagaimana proses penyusunan pedoman pencegahan dst..?
    1. Apa nama pedoman trsbt?
    1. Bagaimana pro/kontra thdp penyusunan pedoman dan manajemen konfliknya?
    1. Apa payung hukum yg menaungi pedoman tersebut?
    1. Apa saja point2/isi dari pedoman trsbt? (a. Formula pencegahan dan b. Formula Penanganan kejadian).
    1. Siapa taskforce/pelaksana implementasi pedoman trsbt?
    1. Bagaimana bentuk dukungan Univ terhadap pedoman trsb?
    1. Apa saja bentuk2
    1. kekerasan seksual yg mungkin terjadi di kampus? (antar mhsw, mhsw dg dosen, antar dosen) – Jika ada kasus, scr umum, tanpa menyebut identitas
    1. Apa faktor utama penyebab terjadi kekerasan seksual tersebut?
    1. Bagaimana penanganan saat ini, ketika terjadi kasus?
    1. Apakah kampus perlu memiliki pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual?
  1. Jika perlu, dalam bentuk apa pedoman itu dituangkan?
    1. Bagaimana peluang dan tantangan pedoman itu dituangkan dlm satu kebijakan?
    1. Jika mjd kebijakan, siapa taskforce implementasi kebijakn trsbt?
    1. Bagaiman formula strategi pencegahan kekerasan s di kampus?
    1. Bagaimana formula penanganan ktk terjadi kekerasan s di kampus?
    1. Jika PSGA menyusun draft pedoman pencegahan…., bersediakan peserta FGD mjd bagian tim penyusun atau tim review dr draft tersebut?

Dari diskusi diatas, beberapa peserta telah mengemukakan beberapa kasus yang terjadi Unesa. Hal ini tentu membutuhkan kesepemahaman tentang pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Sebagai tindak lanjut maka PSGA merancang kegiatan drafting penyusunan pedoman.

I. MEDIA TALK KENALI DAN CEGAH KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE

Sebagai tindak lanjut kegiatan PSGA sebelumnya, maka PSGA mengadakan media talk yang mengusung tema: Kenali Dan Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online. Kegiatan yang menggandeng BEM Universitas ini, bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa agar bisa menghidari perilaku kekerasan seksual di lingkungan sekitarnya.

Acara yang dimulai pada pukul 13.00 WIB, dibuka oleh Sekretaris LPPM Dr. Oce Wirawan. Acara dihadiri oleh mahasiswa Unesa dari berbagai jurusan di Unesa. Jumlah mahasiswa yang hadir melebihi kuota zoom yang hanya mampu menampung kuota sebanyak 300 orang. Akhirnya panitian membuat link zoom dengan alamat link https://youtu.be/h7zsa–suLIawali

Acara yang dipandu oleh Yuni Lestari, sebagai dosen Administrasi Negara, mengawali kegiatan dengan memberikan wacana konsep kekerasan seksual. Acara berikutnya disambung dengan 3 narasumber yang memberikan materi cukup menarik.

Kegiatan diakhiri dengan mengisi angket dengan alamat link https://bit.ly/InstrumenKekerasanSeksual Tujuan angket ini adalah mengidentifikasi apakah fenomena kekerasan seksual sudah atau belum terjadi di lingkungan Unesa. Harapannya agar sejak awal bisa dicegah dengan bantuan kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan perguruan tinggi.

Start chat
1
Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?