Bahasa Perempuan: Suara, Kuasa, dan Representasi
Pusat Gender
LPPM Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan Podcast Seri-1 sebagai upaya
memperluas edukasi kesetaraan gender melalui media digital. Kegiatan ini
menjadi bagian dari strategi komunikasi publik LPPM UNESA yang mendukung Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDG 5) tentang Kesetaraan Gender. Tema “Bahasa
Perempuan dalam Diskursus Agama dan Sastra” diangkat untuk mengkaji bagaimana
bahasa menjadi alat konstruksi sosial dalam merepresentasikan peran perempuan
dalam masyarakat. Podcast ini bertujuan memperluas pemahaman publik mengenai
peran bahasa dalam membentuk citra dan kuasa perempuan di ruang agama dan
sastra. Kegiatan ini juga bertujuan menciptakan ruang dialog akademik dan kultural
yang mendorong kesadaran kritis tentang pentingnya representasi perempuan dalam
kebudayaan. Tujuan lainnya yaitu memperkuat peran Pusat Gender UNESA sebagai
penggerak riset dan advokasi kesetaraan sosial berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan
dilaksanakan pada Rabu, 13 Agustus 2025 pukul 17.00–18.00 WIB di Ruang Podcast
Kece TV UNESA. Acara diawali pembukaan pukul 17.00 WIB oleh moderator. Materi
utama disampaikan oleh Prof. Dr. Mundi Rahayu, M.Hum, akademisi dari UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang yang dikenal sebagai peneliti bidang bahasa,
sastra, dan gender. Narasumber menyampaikan paparan selama 35 menit dan sesi
penutup dilakukan pukul 17.50 WIB. Tim Kece TV UNESA bertugas sebagai
pendamping produksi dan dokumentasi kegiatan sesuai surat penugasan dari LPPM
UNESA.
Podcast ini juga memperkuat sinergi antara LPPM, Pusat Gender, dan Direktorat Branding, Marketing, dan Media UNESA dalam pengelolaan media digital yang edukatif. Dokumentasi audiovisual kegiatan diunggah sebagai bahan diseminasi publik dan arsip institusional. Podcast Seri-1 bertema “Bahasa Perempuan dalam Diskursus Agama dan Sastra” terlaksana sesuai jadwal dan mencapai tujuannya. Materi narasumber memberikan kontribusi ilmiah dalam memahami bagaimana perempuan dikonstruksi, direpresentasikan, dan menegosiasikan maknanya melalui bahasa dan budaya. Kegiatan ini memperkuat posisi UNESA sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun wacana kesetaraan dan inklusi sosial melalui pendekatan ilmiah dan media kreatif. Program ini akan dilanjutkan dengan seri berikutnya yang mengangkat tema pemberdayaan perempuan dalam ekonomi kreatif dan ruang digital. Terselenggaranya kegiatan ini, UNESA menunjukkan komitmen dalam mengintegrasikan nilai-nilai kesetaraan gender ke dalam praktik akademik, riset, dan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Seluruh kegiatan podcast pertama ini dapat ditonton di link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=fJ4CK6ccPXU
Share It On: